Setelah kuliah biasanya aku nggak langsung pulangke rumah tetapi selalu keperpustakaan kampus, aku mengambil buku yang diperlukan untuk dibaca, ketika dibaca ada diantara tulisan salah satu buku itu yang menceritakan tentang pengorbanan seorantg ibu,dan mengenangkan jasa ibu yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember yang selalu dirayakan oleh sebagian orang karena ada makna yang yang bisa muncul dan menarik dari perayaan itu , hari ibu adalah hari yang memberikan kesempatan untuk mengenang jasa-jasa ibu yang tak mungk8in bisa terbalas seumur hidup kita. lalu ku peluk buku itu sangat erat entah mengapa detak jantungku terasa kuat dan cepat, baru aku sadar tak terasa bibirku bergerak sambil mengucap asma Allah.
Ya Allah Engkau telah tunjukan kepadaku lewat tulisan ini dan aku berpikir serta ingat selalu betapa tulus pengorbananmu.yang telah mmelahirkan , merawat dan membesarkanku
Kapan dan bagaimana aku bisa membalasnya?
Air mata tak terasa mengalir lewat pipi , kuhapus dengan tangan sambil bergegas menghampiri pintu keluar.
Aku berjalan melewati trotoar kampus lankah kakiku tak terasa sampai menuju tempat perbelanjaan ada sesuatu yang harus aku beli,, sambil melihat-,lihat barang yang digantung di salah satu counter ’’ cari apa nak? seorang bertanya. ‘’ Lagi mencari barang yang cocok kuberikan kepada ibuku’’,Mungkin ibumu senang kalau dikasih ini’’, sambil menyerahkan sehelai kain dan memberikan harga kain itu , ku ambil dan baru kuingat betapa sangat mengertinya orang itu karena iapu seorang ibu.
Akumengucapkan terima kasih kepadanya sambil meninggalkan tempat itu.dan berjlan manuju rumah , aku tidak sabar ingin sekali cepat bertemu dengan ibu dan cepat memberikan seolah-olah aku membuat surprais atau kejutan kepada ibu.
Kuberikan kado itu sambil mengucapkan selamat
“” selamat hari ibu ,mudah-mudahn ibu suka pemberianku””
‘’Terima kasih anaku ‘’ didekapnya kado itu.
Hari ibu tahun ini pertama aku memberikan kado sehingga kelihatan sangat bahagia sekali.
Sepuluh bulan berlalu aku telah bekerja di salah satu perusahaan di bidang kecantikan di Jakarta, sedangkan ibu di Bandung jarak tempat tinggal aku dengan ibu lumayan jauh .
Pagi-pagi aku mendapat telepon dari kampong halamanku mengabarkan ibu sakit, tanpa piker panjang aku langsung berangkat menuju kampong halaman .Sesampainya dirumah aku disambut dengan isak dan tangis seluruh keluargaku , aku tak tahan ku dekap ibu sambil bicara ditelinga ibu ‘’ Laaillaha illallah Muhammad rosullullah”” pada saat itu ibu seolah mrendengar suaraaku , ditunjuknya lemari hitan dikamar itu akutidak mengerti isyarat ibu . aku menggapai tangan ibu yang selalu menunjuk kearah lemari , ketika itu pula aku terakhir melihat napas ibu berhenti ‘ Inalillahi wa ina illahi rojiun”. Ibu menghembuskan napas terakhirnya .
Air mata tak tertahan mengalir aku telah kehilangan seorang ibu .
Seminggu telah berlalu dirumah terasa sepi, kesedihan hatiku terobati dengan manatap fhoto ibu , ibuku yang cantik, ibuku yang bijaksana.
Hari telah larut malam aku belum bisa tidur maklum masih teringat ibu terus .ketika aku melihat lemari di kamar , lemari itu kubuka dan aku terkejut waktu melihat ada sesuatu yang tidak aku lupa yaitu kado yng aku berikan kepada ibu msih terbungkus walaupun ada yangsobek sedikit, kuambil dan kubuka kado itu ternyata di dalam bungkusan itu ada secarik kertas putih bertuliskan tinta hitam lalu kubaca
‘’ Nak hadiah yang kau berikan kepada ibu sangat berharga buat ibu , alangkah bahagiannya ibu di surga ,apalagi kalau anaku yang memakainnya pasti kelihatan sangat cantik bila berkerudung ‘’.mataku melotot dan susah untuk berkedip melihat tulisan ibu,
Hari berganti hari seminggu sudah berlalu .aku doakan semoga ibu selalu di sisi Allah dan masuk surga. Amin
September 28, 2007
