September 28, 2007

Filed under: Gallery

KADO UNTUK IBU

Filed under: cerita pendek


Setelah kuliah biasanya aku nggak langsung pulangke rumah tetapi selalu keperpustakaan kampus, aku mengambil buku yang diperlukan untuk dibaca, ketika dibaca ada diantara tulisan salah satu buku itu yang menceritakan tentang pengorbanan seorantg ibu,dan mengenangkan jasa ibu yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember yang selalu dirayakan oleh sebagian orang karena ada makna yang yang bisa muncul dan menarik dari perayaan itu , hari ibu adalah hari yang memberikan kesempatan untuk mengenang jasa-jasa ibu yang tak mungk8in bisa terbalas seumur hidup kita.  lalu ku peluk buku itu sangat erat entah mengapa detak jantungku terasa kuat dan cepat, baru aku sadar tak terasa bibirku bergerak sambil mengucap asma  Allah.
Ya Allah Engkau telah tunjukan kepadaku lewat tulisan ini dan aku berpikir serta ingat selalu betapa tulus pengorbananmu.yang telah mmelahirkan , merawat dan membesarkanku                          
 Kapan dan bagaimana aku bisa membalasnya?
Air mata tak terasa mengalir lewat pipi , kuhapus  dengan tangan sambil bergegas menghampiri pintu keluar.
Aku berjalan melewati trotoar kampus   lankah kakiku tak terasa sampai menuju  tempat perbelanjaan  ada sesuatu yang harus aku beli,, sambil melihat-,lihat barang yang digantung di salah satu counter ’’ cari apa nak?  seorang bertanya. ‘’ Lagi mencari barang yang cocok kuberikan kepada  ibuku’’,Mungkin ibumu senang kalau dikasih ini’’, sambil menyerahkan sehelai kain dan memberikan harga kain itu , ku ambil dan baru kuingat betapa sangat mengertinya  orang itu karena iapu seorang ibu.
Akumengucapkan terima kasih kepadanya sambil meninggalkan tempat itu.dan berjlan manuju rumah , aku tidak sabar ingin sekali cepat bertemu dengan ibu dan cepat memberikan seolah-olah aku membuat surprais atau kejutan kepada ibu.
Kuberikan kado itu sambil mengucapkan selamat
“” selamat hari ibu ,mudah-mudahn ibu suka pemberianku””
‘’Terima kasih anaku ‘’ didekapnya kado itu.
Hari ibu tahun ini pertama aku memberikan kado sehingga kelihatan sangat  bahagia sekali.
Sepuluh bulan berlalu aku telah bekerja di salah satu perusahaan di bidang kecantikan di Jakarta, sedangkan ibu di Bandung jarak tempat tinggal aku dengan ibu lumayan jauh .
Pagi-pagi aku mendapat telepon dari kampong halamanku  mengabarkan ibu sakit, tanpa piker panjang aku langsung berangkat menuju kampong halaman .Sesampainya dirumah aku disambut dengan isak dan tangis  seluruh keluargaku , aku tak tahan ku dekap ibu sambil bicara ditelinga  ibu ‘’ Laaillaha illallah Muhammad rosullullah”” pada saat itu ibu seolah mrendengar suaraaku , ditunjuknya lemari  hitan dikamar itu  akutidak mengerti isyarat ibu . aku menggapai tangan ibu  yang selalu menunjuk kearah lemari , ketika itu pula aku terakhir melihat napas ibu berhenti ‘ Inalillahi wa ina illahi  rojiun”. Ibu menghembuskan napas terakhirnya .
Air mata tak tertahan mengalir  aku telah kehilangan seorang ibu .
Seminggu telah berlalu dirumah terasa sepi, kesedihan hatiku terobati dengan manatap fhoto ibu , ibuku yang cantik, ibuku yang bijaksana.
Hari telah larut malam aku belum  bisa tidur maklum masih teringat ibu terus .ketika  aku melihat lemari di kamar  , lemari itu kubuka  dan aku terkejut waktu melihat ada sesuatu yang tidak aku lupa yaitu kado yng aku berikan kepada ibu msih terbungkus walaupun ada yangsobek sedikit, kuambil dan kubuka kado itu ternyata di dalam bungkusan itu ada secarik kertas putih bertuliskan tinta hitam lalu kubaca
‘’ Nak hadiah yang kau berikan kepada ibu sangat berharga buat ibu , alangkah bahagiannya ibu di surga ,apalagi kalau anaku yang memakainnya  pasti kelihatan sangat cantik bila berkerudung ‘’.mataku melotot dan susah untuk berkedip melihat tulisan ibu,
Hari berganti hari seminggu sudah berlalu .aku doakan semoga ibu selalu di sisi Allah dan masuk surga. Amin

SOUVENIR

Filed under: Opini


Hari tleh berlalu , seminggu , sebulan bahkan mungkin beberapa bulan aku mengenalnya.
Dia kenalan temanku dan akupun  diknalkannya  lewat diunia maya , batapa baiknya dia bahkan hamper semua teman yang mengenalnya selalu  ada ucapan yang menyenangkan dan terkesan.
Terima kasih Tuhan Engkau tlah memberikan seseorang yang bisa diajak bicara walau hanya dengan kata lewat tulisan , dan itupun mungkin hanya sekedar sapaan alakadarnya, apa mau dikata hanya sapaan  kalimat sederhana ,
Tetapi memang walaupun hanya kalimat sapaan pendek yang bisa  kita lakukan , aku  merasa  terkesan dan selalu enak dihati.
Hari kamis tanggal 17 April 2007 aku mendapatkan kiriman atau souvenir yang nilainya tak terhingga ,
‘’ Terima kasih ‘’ semoga Tuhan yang bisa  memberikan balasannya.            

     

September 27, 2007

Filed under: Opini

September 20, 2007

DOAKU

Filed under: Opini

Bismilahirrohmannirrohiim
Alhamdulillahi robbil a’alamiin wa a’assalamu alaa asrafil
Mursaliin muhammadin wa alaa ilaihi wa ashabil ajmain

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam dan kesejahteraan
serta keselamatan untuk rosul yang termulia,Nabi Muhammad
saw .beserta para keluarga dan seluruh sahabatnya.

Ya Tuhan kami , beri ampunlah aku dan kedua orang tuaku ibu
Bapakku dan sekalian orang orang mumin pada hari terjadinya
Hisab[hari kiamat].[Q.S.14-Ibrahim;41]

Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Do’a . [Q.S.-al Imran;38]

Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah do’aku.{Q.S Ibrahim:40}

SAHABAT

Filed under: Puisi

Kau sahabat yang terbaik ,diantara yang baik Suka dan duka bersamamu Kau yang selalu mengerti perasaanku Sahabat yang selalu mengajakku dijalan Allah yang selalu menuntunku dikala gelap Sahabat selalu kuingat candamu Dimataku kulihat mata sahabat yang indah penyejuk hatiku Suaramu penenang jiwaku dan selalu menggetarkan qolbu Ya Allah aku mohon jangan jauhkan sahabat dariku , Jangan pisahkan kami, sahabat segalanya bagiku.

AYAH

Filed under: Puisi

Ayah do’a ayah selalu menyertaiku
Bimbingan ayah tiada henti
Kasih dan sayang selalu bersamaku
Ayah …cinta ayah terangi selalu jalanku
Ayah tempatku berkeluh kesah , penyejuk hatiku
Ayah doakupun selalu untuk ayah
Semoga Allah memberikan jalan yang lurus, kelak amal dan
Ibadah selalu diterima disisiNya .Amin

ibu

Filed under: Puisi

Ibu yang telah melahirkan , merawat dan membesarkan aku
Belaian tangan ibu yang halus dan lembut masih terasa dibadan
Perisai ibu yang selalu berlabuh dihatiku
Doa dan ridho ibu yang selalu menyertaiku
Cinta ibu terangi jalanku
Ibu… do’akupun selalu untuk ibu
kudo’akan ibu selalu dijalanNYA.
Diberi kesehatan yang baik
Mendapatkan kasih dan rahmatNYA
Dan pintu surga kelak menanti ibu.amin

November 10, 2006

Bahagia Mendidik Anak

Filed under: Opini

Sumber: MQ Media On Line
Oleh Abdullah Gymnastiar

Anak adalah amanat Sang Pencipta pada orang tua, keluarga dan masyarakat. Ia harus dibimbing dan dipelihara sebagai aset masa depan. Wajah masa depan sebuah negeri dapat dilihat dari bagaimana kualitas anak-anak masa kini.

Saudaraku, yang namanya anak tidak sebatas anak kecil saja, tetapi juga remaja bahkan dewasa sepanjang mereka masih menjadi bagian dari tanggung jawab orang tuanya (baca: belum menikah). Permasalahan anak bukan permasalahan sepele karena menyangkut tanggung jawab kepada Allah Swt. sebagai Pemberi Amanah. Allah Swt. menjadikan anak sebagai ujian bagi kedua orang tuanya sekaligus sebagai anugerah penerus keturunan dan tabungan kebaikan manakala orang tuanya sudah meninggal.

Kedudukan anak sebagai ujian terjadi tatkala orang tua harus berhadapan dengan bagaimana cara memperlakukan, membina dan membimbingnya agar ia tumbuh menjadi bagian dari generasi unggul. Keunggulan di sini meliputi keunggulan secara moral, keilmuan serta fisiknya dan tidak menjadi generasi yang hanya membebani orang lain.

Tanggung jawab ini menjadi ladang bagi ibu-bapak dalam menanamkan akhlak yang baik sebagai landasan bertindak dan berprilaku ke depannya. Karena itu, Islam sangat menekankan arti penting hubungan positif antara anak dengan orang tuanya sebelum yang bersangkutan berhubungan baik kepada dirinya sendiri dan orang lain.

***

Secara umum ada tiga lingkungan yang sangat memengaruhi kualitas mental dan spiritual anak, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial budaya yang berhubungan dengan nilai-nilai serta norma-norma yang berlaku di masyarakat, termasuk di dalamnya pengaruh televisi, buku dan media massa.

Ketiga lingkungan tersebut saling menopang dalam memengaruhi perkembangan dan pembentukan karakter anak. Sebenarnya, lingkungan kedua dan ketiga dapat dikontrol pengaruhnya jika lingkungan pertama yakni orang tua-dalam hal ini keluarga-mampu memaksimalkan perhatiannya terhadap pengasuhan dan pendidikan anak-anak.

Kita sangat paham bahwa anak adalah makhluk aktif yang tengah dalam penjelajahan mencari dunianya. Ia membutuhkan pemandu agar ia tidak salah dalam memilih jalan hidupnya. Pemandu itu tidak lain adalah orang tua dan para pendidik (guru). Karena itu, orang tua ataupun guru, sebagai pendidik normal, perlu memahami bagaimana cara menumbuh kembangkan anak, serta memahami pula teknik-teknik bagaimana berinteraksi dengan anak yang sesuai dengan aqidah dan syariat Islam serta fleksibel dengan tuntutan jaman.

***

Saudaraku, mendidik anak bukanlah sebuah prosedur khusus atau sebuah kursus dengan kurikulum tertentu yang menjadikan anak sebagai peserta wajibnya. Jika cara pandangnya seperti itu, perlakuan kita kepada anak menjadi tidak “manusiawi” lagi. Anak sepertinya harus tumbuh sesuai dengan ‘keinginan’ orang tua sehingga kreativitasnya terhambat. Padahal setiap anak memiliki potensi yang berbeda.

Masalahnya sekarang, bagaimana para pendidiknya (baca: orang tua dan guru) mampu mendampingi anak menemukan dirinya. Caranya tentu tidak sekaku arena pendidikan formal seperti halnya sebuah kursus, melainkan lewat peristiwa sehari-hari yang mampu memasukkan unsur-unsur pendidikan di dalamnya.

Ada beberapa hal yang dapat kita terapkan saat mendidik anak, di antaranya:

1. Membantu anak berfikir kreatif
Kita bisa melatih anak berpikir kreatif dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu, dan anak diminta untuk memberikan alasan tentang apa-apa yang kita tanyakan. Misal, kenapa kita harus mandi tiap hari. Biarkan anak bereksplorasi dengan jawaban-jawabannya. Jangan menyalahkan jawabannya sekalipun itu salah. Ajaklah anak mengembangkan pikirannya dengan mencari alternatif jawaban lainnya, seperti pertanyaan, “Terus apa lagi?” dan seterusnya.

2. Melatih anak berdikusi
Ketika anak mengungkapkan sebuah pendapat, ajaklah dia untuk menemukan alasan kenapa ia mengungkapkan hal tersebut. Perlihatkan keingintahuan kita terhadap apa yang diungkapkannya. Tapi jangan menggiringnya pada jawaban yang ’seharusnya’ atau diinginkan orang tua, seperti dengan menyudutkannya untuk memberikan alasan yang jelas. Hal tersebut akan mengakibatkan anak mencari alasan yang lain yang bisa menyenangkan (memuaskan) orang tua padahal itu bukan alasannya.

3. Menanamkan kebiasaan membaca
Untuk menumbuhkan minat baca pada anak, kita tidak perlu menunggu dia berumur dua hingga enam tahun. Kita bisa melakukannya saat anak masih berusia empat bulan! Tujuannya tentu bukan agar si anak memahami isi bacaan, akan tetapi merangsang aspek-aspek psikisnya. Bukunya pun lebih yang berbentuk buku bergambar yang berwarna warni dan sedikit kata. Hal tersebut penting untuk merangsang kemampuan kognisi, komunikasi, sosial dan afeksi anak. Keikutsertaan anak memegam buku pun akan membuat ia terlibat secara emosional.

4. Menghindari kesalahan memotivasi anak
Membuat anak bersalah ketika ia tidak berbuat sesuai dengan keinginan orang tua dengan harapan anak termotivasi untuk berbuat lebih baik (baca: menurut orang tua), justru akan membuat anak tidak percaya diri. Demikian juga jika kita membandingkan anak dengan orang lain yang dianggap lebih. Alih-alih termotivasi untuk berbuat seperti orang lain tersebut, anak akan merasakan bahwa dirinya lemah dan tidak berharga. Pendampingan, sikap terbuka dan mau mendengarkan dari orang tua, jauh lebih berharga bagi anak daripada memotivasi dengan cara yang salah.

Semoga Allah Swt. mengaruniakan kita anak yang shalih dan mengaruniakan pula kemampuan untuk mendidiknya secara benar. Wallahu alam bish-shawab ***

Mengendalikan Amarah (Mensikapi Marah)

Filed under: Opini

Sumber: Arsip Artikel - Telaga Rasul

Oleh : Aa Gym

Hikam:
Dan bergeraklah menuju ampunan Allah yang memiliki surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dijanjikan untuk orang-orang bertaqwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit dan orang-orang yang suka menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang, Allah menunjuki orang-orang yang suka berbuat kebajikan.

Marah itu dapat merusak iman, seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu. Tidaklah dikatakan pemberani karena seseorang cepat meluapkan amarahnya. Seorang pemberani adalah orang yang dapat menguasai diri dan hawa nafsunya ketika dia marah.

Dari Abu Hurairah, bahwasanya seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw: “Berilah nasehat kepadaku, Rasulullah bersabda janganlah kamu marah lalu beliau mengulanginya janganlah kamu marah.”

Amarah tidak mutlak seratus persen terlarang karena amarah itu bagian dari karunia Allah swt. Yang harus kita ketahui amarah bagaimana yang bisa membawa barokah dan amarah bagaimana yang bisa mendatangkan musibah.

Menurut Rasulullah marah itu seperti jadam yang merusak manisnya madu. Sekuat apapun keimanan seseorang kalau dia pemarah bisa rusak keimannya.

Ada orang yang lambat marahnya, lambat redanya dan lama bermusuhannya ini termasuk marah yang jelek. Ada juga orang yang cepat marah cepat juga redanya, ini termasuk marah yang kurang bagus. Ada juga orang yang cepat marah dan lambat redanya ini termasuk marah yang paling jelek. Dan yang paling bagus adalah lambat marahnya cepat redanya

Berbahagialah bagi orang yang punya kesadaran untuk menahan amarahnya, bukan tidak boleh marah tapi tahan sekuat-kuatnya. Kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat ramah, sopan kepada kita, makin banyak harapan kita kepada orang makin berpeluang kita sakit hati, jadi kita tidak bisa memaksa orang lain bersikap seperti yang kita inginkan. Yang harus kita usahakan, kita harus bisa menyikapi orang lain dengan sikap terbaik, apapun yang mereka lakukan.

Jadi kalau ada orang yang marah jangan ditentang tapi diterima, bukannya membenarkan kemarahan tapi memahaminya untuk damai. Dengan adanya amarah kita bela keluarga kita, dengan adanya amarah kita bela agama dan dengan adanya amarah kita bela orang lemah.

Rasulullah marah pada saat yang tepat dengan alasan yang tepat hasilnya manfaat. Seperti pada saat pembagian harta setelah perang Hunaim berakhir. Kaum anshor menyebut Rasul tidak adil. Rasul marah dan berkata: “Jika Allah dan rasulnya tidak adil maka siapa lagi yang adil. Marahnya Rasul singkat, punya makna, mendalam dan tidak meyakiti siapapun tapi membangkitkan kesadaran. Yang paling penting kalau kita marah orang bisa berubah menjadi lebih baik, tanpa terluka dan tanpa kita berperilaku dzalim.

Menahan amarah adalah dengan cara, banyak istigfar banyak membaca taudz, berwudhu atau pindah dari tempat tersebut. Jangan biarkan kita berada di tempat yang memancing kemarahan dan jika kita sudah marah sebaiknya kita bertaubat kepada Allah swt. (imm)

Doa & Munajat

Allahumma sholli alaa muhammad wa ala alihii wa ashabihii aj’main
Alhamdulillahirobbil alamin

Duhai Allah Yang Maha Mendengar
Ampuni jikalau kemarahan kami menjadi ke zholiman bagi hamba-hambaMu
Ampuni jikalau kemarahan kami menjadi bencana bagi hamba-hambaMu
Ampuni dosa-dosa yang diperbuat dengan lisan ini ya Allah
Ampuni ke zholiman yang pernah kami perbuat terhadap hamba-hambaMu yang lemah yang Engkau titipkan kepada kami
Ampuni keengganan diri-diri kami menolong hambaMu yang membutuhkan pertolongan

Ya Allah di bulan suci yang penuh berkah ini, Ampunilah kami ya Allah, ampuni seluruh dosa kami
Ampuni sekelam apapun hari-hari yang pernah kami jalani, ampuni segelap apapun aib-aib yang tersembunyi

Karuniakan kepada kami kesanggupan menahan lisan ini dari kemurkaan ya Allah
Karuniakan kami kesanggupan menjaga amarah kami
Karuniakan kepada kami kesanggupan untuk memaafkan orang-orang yang menyakiti kami

Wahai Allah indahkan pribadi kami dengan ahlak yang mulia
Indahkan diri kami dengan cinta kepada rasulMu
Dan indahkan diri kami dengan hidup lurus dijalan yang engkau ridhoi

Duhai Allah selamatkan bangsa kami ini, selamatkan ummatMu ini dari amarah yang membawa bala dan bencana

Rabbana attina fiddunya hasannah wafil akhiroti hasannah wakina azaa bannar… walhandulillahirobbil alamin… Amiin ya Robbal alamin…

Selamat menikmati jamuan Allah di bulan Ramadhan khususnya bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh menjaga diri dari amarah yang membara. Percayalah manisnya menahan amarah tidak akan ternilai dibanding dengan kehinaan mengumbar amarah….

——————————————————————————–
Humas DT Jakarta - Oktober 2005

Beri tanggapan